بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Jadi, Saloka itu merupakan sebuah nama dari taman tematik
terbesar yang ada di Jawa Tengah. Lokasi tepatnya, ada di Jalan Fatmawati No.
154, Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang.
Lah, Tuntang itu
sebelah mananya Semarang? “Buta” daerah Semarang aku, Nu…
Tenang, bosku…
Buat kamu-kamu sekalian yang berasal dari luar Semarang dan belum
terlalu “mengenal” atau “hafal” daerah Semarang, tenang saja. CALM DOWN. Saloka
Theme Park ini mudah banget dijangkau, kok, karena lokasinya berada persis di
sisi jalan utama Solo – Semarang.
Biar lebih gampang dan yaqin, cari saja lokasinya lewat bantuan
Google Maps. Ketik “Saloka Theme Park” di kolom pencarian, kemudian, ikuti saja
petunjuk yang muncul di layar smartphone
kalian. Dijamin! Langsung ketemu tanpa takut bakal salah jalan, kebablasan, mblusuk-mblusuk, ataupun kena drama belok
di gang yang salah, seperti saat saya mencoba mampir ke Taman Sari beberapa waktu lalu itu. Hehe… Mau datang
kesini pakai motor atau mobil pribadi, bisa. Pakai transportasi massal seperti
ojek daring atau bus umum pun, no problem
romantiko, Bulgozo! Turun dari bus, sudah kelihatanlah itu, gerbang dan
maskot dari Taman Saloka.
Si Loka ; Maskot Saloka Theme Park
Oiya, katanya taman
tematik terbesar, tapi kok cuma ada lima wahana?
Sabar, wahai kawula muda penerus bangsa…
Sejatinya,
Wageeelaseeeh! Smartphone Ini Punya Kamera Beresolusi 40MP + Leica Quad Camera!
Huawei Kamis, Maret 28, 2019
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Sumpah?!!!
Siapa, Nu?
Yasiapa lagi kalau bukan HUAWEI –sang raja “smartphone
camera”. Setelah sukses dengan smartphone kamera berseri P20 dan Mate 20 Pro, di tahun 2019
ini, Huawei kembali meluncurkan smartphone seri terbaru yang dibekali dengan
kamera beresolusi ekstra mantap djiwa sebesar 40MP.
EMPAT PULUH MEGA PIKSEL, GUYS!
Ponsel pintar produksi Huawei ini bernama Huawei P30 dan
Huawei P30 Pro. Resmi diluncurkan pada tanggal 26 Maret 2019 lalu di Paris
Convention Center, Huawei P30 Pro langsung berhasil menduduki peringkat pertama
di DxOMark dengan skor total sebesar 112. Nah, bagi kalian yang belum tahu, DxOMark
sendiri merupakan sebuah organisasi yang melakukan “penilaian” ilmiah terhadap
kualitas gambar, lensa, dan kamera yang ada di smartphone. Semakin tinggi nilai
DxOMark yang dihasilkan, semakin bagus pula kualitas kamera yang terpasang di smartphone
tersebut.
Ckckck, kamera dari Huawei Nova 3i saya yang 16MP saja
hasilnya cukup mumpuni, apalagi yang 40MP, ya? Enggak perlu di edit tebal –
tebal kaya’ foto di blog post ini atau yang ini, juga oke, mah. Langsung upload
saja, bosque!
Sumber : Twitter 91mobiles.com
Enggak ragu lagi, kan, sama kamera si Huawei? Hehehe…
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Saya beri tambahan kata “pusat” di dalam kalimat judul, karena
yang akan menjadi topik utama di blog post
kali ini memang perubahan fisik yang hanya
terjadi di kampus pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) saja. Untuk kalian
yang belum tahu, jadi UNS sendiri memiliki banyak kampus yang tersebar di beberapa
titik lokasi. 7 kampus di daerah Solo Raya, serta 1 kampus cabang yang berada
di Kabupaten Kebumen.
Yap! Kebumen.
Kalian enggak salah baca.
Biar lebih jelas, habis ini saya berikan sedikit penjelasannya
satu per satu, ya. Tapi misal kurang tepat, ya, mohon maaf, karena ini hanya
penjelasan ala kadarnya seenak jidat dan bathuk
saya.
Jidat karo bathuk kui
podo wae, ndes!
Oiya! Yowes, lanjut….
Pertama, ada kampus pusat yang berada di Jalan Ir. Sutami 36A,
Kentingan, Surakarta. Setahu saya, kampus ini menjadi kampus terluas yang
dimiliki UNS. Dengan luas total sebesar ±60 hektar, kampus yang terletak di
jalan utama Solo – Surabaya ini menjadi tempat bernaungnya gedung – gedung
pusat dari 10 fakultas serta program pasca sarjana yang ada di UNS.
Kedua, ada kampus Manahan yang lokasinya ada di sebelah utara Stadion Manahan ( lah, pie to iki, nulis e ). Intinya adalah, kampus ini deket banget sama Stadion Manahan [titik]. Kampus Manahan menjadi kampus dari anak – anak Pendidikan Ilmu Keolahragaan. Dulu, kampus Manahan masih menjadi bagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tapi per Agustus 2018 lalu, sudah resmi menjadi fakultas sendiri dengan nama Fakultas Keolahragaan (FKOR).
Telat Bayar Domain di Rumahweb? Tenang, Jangan Panik! [Sebuah Pengalaman]
BlogTalk Jumat, Maret 01, 2019
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Judulnya doang itu, mah,
yang sok – sok’an ada embel – embelnya “tenang jangan panik.”
Aslinya juga saya
bingung plus panik enggak karuan.
***
Nah, sesuai dua kata terakhir di kalimat judul, tulisan ini
memang sebuah pengalaman pribadi dari saya, admin dan buruh serabutan di blog
wisnutri(dot)com, saat telat membayar perpanjangan domain di Rumahweb
Indonesia.
Kenapa bisa telat?
Karena because, e-mail
pemberitahuan jatuh tempo pembayaran dari pihak Rumahweb Indonesia itu masuknya
ke akun ymail saya, yang mana alamat
e-mail ini sudah jarang saya gunakan. Bukan jarang lagi, ding, enggak pernah tak buka sama sekali malahan. Jadi, ya, bener – bener lupa sama
urusan per-domain-an yang menghabiskan uang ini. Wik…
Alasan kedua, di minggu – minggu itu saya juga sedang (sok) sibuk
menulis draft untuk lomba blog ASUS,
yang secara otomatis juga membuat saya jarang membuka dashboard blog dan alamat blog saya sendiri. Sekalinya iseng ngetik
www.wisnutri.com di browser, eh, yang keluar malah gambar beginian. Yo
mak tratap, kedandapan-lah, saya…
Karena panik, saat itu juga saya langsung membuka akun gmail. Siapa tau email tagihannya ketumpuk sama email lain…
Weh, hlakok raenek e-mail
tagihan mlebu nang inbox-ku?
Apa masuk di email yang lawas, ya? *kemudian mencoba log-in ke akun Yahoo yang sudah lama tidak pernah terjamah oleh peradaban manusia itu*
Setelah berkali – kali gagal log-in karena lupa kombinasi password yang saya gunakan, akhirnya terbukalah itu dashboard ymail di layar laptop saya.
Dan benar saja, ternyata e-mail tagihan dari Rumahweb Indonesia ada di akun
e-mail ini. Mana ketumpuk sama ribuan e-mail dari Mbak Lina Jobstreet lagi.
Hahahaha. Hai Mbak Lina, maaf, ribuan e-mail darimu saya abaikan.
Masih tetep panik, saya kemudian bertanya via e-mail ke Rumahweb,
apakah domain saya yang kedaluwarsa itu masih bisa diperpanjang atau tidak.
Alkhamdulillah, ternyata masih bisa.
Yowes, setelah mendapat
balasan, saya langsung meluncur ke ATM. Pencet – pencet tombol di ATM, transferan
sebesar Rp 148.500,- sukses terkirim, kemudian saya langsung konfirmasi pembayaran. Dalam hitungan menit, akhirnya blog www.wisnutri.com bisa
diakses lagi. Alkhamdulillah, matur nuwun, Gusti…
***
Saya sempet googling
juga, katanya enggak semua domain yang expired
itu bisa jadi “milik kita” lagi. Beruntungnya, saya baru telat 1 hari setelah
jatuh tempo pembayaran, jadi masih bisa dibilang “aman”. Domain masih bisa saya
perpanjang dengan harga yang sama sesuai tagihan awal. Karena dari beberapa sumber yang saya baca, misal udah telat cukup lama dan kita tetep pengen perpanjang alamat domain dengan
nama yang sama, ada biaya tambahan yang jatuhnya bisa lebih mahal beberapa persen dari tagihan awal.
Sekian blogpost curhatan SANGAT PENDEK SEKALI ini. Semoga bermanfaat!
Sekian blogpost curhatan SANGAT PENDEK SEKALI ini. Semoga bermanfaat!

















