Mie instan sepertinya sudah menjadi makanan favorit masyarakat. Jika banyak meme yang menggambarkan bahwa mie instan adalah makanan anak kost atau bahkan makanan akhir bulan, kenyataan di lapangan mengatakan hal yang lain. Banyak orang yang sengaja makan mie instan hanya karena sedang selera, atau bahkan sedang “nongkrong” bersama teman.
Sudah bisa kita temui banyak kafe besar yang menyajikan mie instan di dalam menunya. Ada yang menampilkan rasa otentik dari merek tertentu, ada juga yang mengkombinasikannya sehingga terlihat berbeda dan meningkatkan nilai jual.
Sayangnya,
banyak yang belum menyadari bahwa ternyata makan mie instan bisa bikin diare
lho. Ketidaktahuan ini dapat terjadi justru pada pasien diare itu sendiri.
Biasanya, diare akan menguras tenaga dan mood sehingga nafsu makan berkurang
drastis. Namun ia masih berselera untuk mengkonsumsi mie instan dan akhirnya
menyantapnya ketika sedang diare. Padahal, makan mie instan ketika diare justru
akan memperparah kondisi saluran pencernaan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Kenapa Mie Instan
Dapat Menyebabkan Diare?
Di dalam mie instan terkandung bahan pengawet dan bahan berbahaya lainnya jika dikonsumsi secara sering. Bahan pengawet memang akan menguntungkan produsen mie instan karena akan membuat mie menjadi tahan lama, sehingga dapat mempertahan kualitas mie-nya. Sayangnya, bahan pengawet serta bahan kimia yang terdapat pada mie instan dapat memberi dampak negatif pada tubuh seperti salah satunya adalah diare.
Bahan
pengawet sudah dipastikan tidak baik bagi tubuh sekalipun memenuhi standar
keamanan pangan. Oleh sebab itu, jangan heran jika tubuh merespon bahan-bahan
tersebut dengan reaksi diare selama beberapa hari. Namun, diare yang tidak
ditangani dengan cepat dan tepat dapat memicu adanya penyakit lain. Hal
tersebut dapat terjadi karena banyaknya cairan tubuh yang terbuang selama
diare. Penggantian cairan serta ion tubuh merupakan langkah awal yang tepat
untuk mencegah terjadinya dehidrasi ketika sedang diare.
Bagaimana cara
Mengatasi Diare Akibat Mie Instan?
Ketika sedang diare, fokuslah untuk menambah konsumsi cairan sehat seperti air putih. Hal tersebut merupakan cara mengatasi diare di rumah yang paling utama. Jika biasanya kamu minum air putih sebanyak 2 liter per hari, kondisi diare membuat kamu membutuhkan tambahan air minum sebanyak satu gelas setiap selesai buang air besar. Selain itu, memperhatikan asupan juga dapat meringankan diare yang sedang kamu alami. Berikut ada berapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mengatasi masalah diare:
●
Banyak mengkonsumsi air putih, terutama
setelah buang air besar.
● Kamu bisa mengkonsumsi larutan oralit dan
meminumnya setiap selesai buang air besar.
● Hindari makanan berlemak seperti
gorengan, susu full cream, dan sebagainya. Tapi kamu tetap boleh kok,
mengkonsumsi susu rendah lemak atau susu dengan bahan dasar nabati seperti susu
almond, kedelai atau yang lainnya.
● Kurangi makanan yang banyak mengandung
gas, seperti buah durian, kol, dan nangka.
●
Hindari makanan pedas.
●
Pastikan makanan dan minuman yang
dikonsumsi telah terjamin kehigienisannya.
●
Hindari minuman yang mengandung kafein
(kopi, coklat), soda dan pemanis buatan.
●
Istirahat yang cukup.
●
Hindari stres.
● Makanlah makanan yang sedang diperlukan
tubuh saat diare, seperti apel, pisang, roti panggang tanpa selai, dan nasi.
●
Minum obat diare seperti entrostop
● Pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
Pada
dasarnya, diare akan sembuh dengan sendirinya jika penanganan serta asupannya
sudah tepat. Jadi, kamu tidak perlu repot untuk mengantre di dokter, terutama
jika frekuensi diare masih sering dan memungkinkan adanya rasa kebelet ketika
di perjalanan atau di klinik. Agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,
silahkan masukkan mie instan ke dalam daftar makanan yang harus dibatasi.
Semoga lekas sembuh :)























