بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØْÙ…َÙ†ِ اارَّØِيم
Saya beri tambahan kata “pusat” di dalam kalimat judul, karena
yang akan menjadi topik utama di blog post
kali ini memang perubahan fisik yang hanya
terjadi di kampus pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) saja. Untuk kalian
yang belum tahu, jadi UNS sendiri memiliki banyak kampus yang tersebar di beberapa
titik lokasi. 7 kampus di daerah Solo Raya, serta 1 kampus cabang yang berada
di Kabupaten Kebumen.
Yap! Kebumen.
Kalian enggak salah baca.
Biar lebih jelas, habis ini saya berikan sedikit penjelasannya
satu per satu, ya. Tapi misal kurang tepat, ya, mohon maaf, karena ini hanya
penjelasan ala kadarnya seenak jidat dan bathuk
saya.
Jidat karo bathuk kui
podo wae, ndes!
Oiya! Yowes, lanjut….
Pertama, ada kampus pusat yang berada di Jalan Ir. Sutami 36A,
Kentingan, Surakarta. Setahu saya, kampus ini menjadi kampus terluas yang
dimiliki UNS. Dengan luas total sebesar ±60 hektar, kampus yang terletak di
jalan utama Solo – Surabaya ini menjadi tempat bernaungnya gedung – gedung
pusat dari 10 fakultas serta program pasca sarjana yang ada di UNS.
Kedua, ada kampus Manahan yang lokasinya ada di sebelah utara Stadion Manahan ( lah, pie to iki, nulis e ). Intinya adalah, kampus ini deket banget sama Stadion Manahan [titik]. Kampus Manahan menjadi kampus dari anak – anak Pendidikan Ilmu Keolahragaan. Dulu, kampus Manahan masih menjadi bagian dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), tapi per Agustus 2018 lalu, sudah resmi menjadi fakultas sendiri dengan nama Fakultas Keolahragaan (FKOR).















