Hei, Wisnu! Bangga Enggak, Jadi Blogger?

Jumat, Januari 25, 2019

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

Jujur, sebenarnya belum pernah ada teman, saudara, ataupun karib – kerabat, yang menanyakan pertanyaan ini kepada saya secara langsung. Boro – boro bertanya tentang bangga atau tidaknya menjadi seorang blogger, lha wong saat saya menyebutkan kata “blogger” dan “ngeblog” saja, terkadang ada beberapa orang yang langsung mengernyitkan dahi pas mendengar kata ini.

Blogger?
Terus itu ngapain?
Bisa dapet apa memangnya, dari ngeblog?
Cuma nulis – nulis doang, kan? Terus nanti bisa pasang “iklan”?

Kurang lebih seperti itulah respon yang cukup sering saya dapatkan saat menyebutkan kata “blogger” dan “ngeblog”, ketika ditanya “sibuk apa sekarang?” –selain bekerja dan pura-pura bahagia, tentu saja, di depan teman dan saudara.

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

Bukan 100% kesalahan mereka juga sebenarnya, ketika ada beberapa teman dan saudara saya yang masih asing dengan aktivitas tulis menulis yang saya lakukan. Sebagai orang awam yang tidak berkecimpung di dunia per-blogger-an, saya rasa, mereka juga tidak akan mencari tahu lebih jauh lagi setelah mendengar penjelasan singkat yang biasa saya sampaikan, seperti ini :

“Hmmm, anu, pakde… Ngeblog itu nulis di internet”
“Iya, kalau blog kita punya reputasi bagus di mata Google dan kita minat, bisa juga kok, dipasang iklan.”

Done! Setelah saya mengeluarkan kalimat – kalimat pamungkas di atas, obrolan kami tentang blog akan selesai, dan berlanjut dengan tema obrolan lain yang lebih umum untuk di bahas. Yaaa, tentang mahalnya harga Kinder Joy, misalnya.

Ah, baiklah. Sepertinya saya harus segera memberikan penjelasan yang sedikit lebih detail tentang hobi ngeblog yang saya lakukan ini, agar orang – orang awam di luaran sana juga memiliki gambaran yang lebih luas lagi dengan aktivitas di balik layar dari para blogger. Sayang rasanya, jika obrolan basa – basi tentang blog yang saya lakukan dengan teman ataupun saudara hanya berakhir seperti itu. Rasa penasaran mereka dengan dunia blog, terjawab enggak… Lah, tambah bingung, iya…

Oke – oke, sini mas’e, sini mbak’e, pakdhe, budhe. Duduk bersila dan baca tulisan saya, ya? Semoga beberapa momen istimewa yang sudah saya alami selama ±2,5 tahun aktif ngeblog di bawah ini, bisa memberikan sedikit pencerahan untuk kalian, tentang seperti apa kesibukan dan manfaat yang di dapat dari seorang blogger, yang katanya cuma nulis – nulis doang dan bisa pasang iklan itu, he… Silakan…

Lewat blog, saya bisa berbagi tulisan ( yang semoga ) bermanfaat.
Pertama kali membuat akun blogspot di tahun 2010 silam, sebenarnya saya sempat bingung dengan konten apa yang ingin saya tampilkan di blog pribadi. Sebagai solusi, akhirnya saya hanya meng-copy–paste artikel dari internet dan menyalin beberapa catatan teman di facebook yang bercerita tentang momen – momen alay kami ketika berstatus sebagai siswa SMA.

Tak berselang lama, saya yang saat itu belum menemukan asyiknya bermain dan mengotak – atik blog, akhirnya memutuskan untuk berhenti dan tak pernah membuka akun blog lagi.

Baru di bulan September tahun 2016 lalu, seorang Wisnu yang tengah gabut di tempat kerja, mencoba untuk aktif menulis kembali. Karena tujuan awal menulis di blog adalah sebagai self-healing untuk menghilangkan stres dan kegabutan di tempat kerja, blog ini pun hanya berisi tulisan – tulisan ringan, seperti curhatan dan cerita dari beberapa perjalanan yang pernah saya lakukan.

Di luar dugaan, tulisan – tulisan receh yang saya publikasikan di blog mendapat respon yang lumayan. Selain dari statistik pembaca yang terus meningkat, hal lain yang sukses membuat saya senang ketika ngeblog adalah, tulisan yang ada di blog wisnutri(dot)com dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Mungkin tak semua dan tak seberapa. Tapi ketika membaca respon di kolom komentar atau bahkan mendengar ucapan langsung dari teman setelah mendapatkan sedikit manfaat tersebut, ada rasa senang, bangga, dan haru tersendiri yang tiba – tiba muncul di dalam hati . Halah. Alhamdulillah, jika tulisan saya bermanfaat…

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

Lewat blog, saya bisa menambah lingkaran pertemanan yang lebih luas.
Dari beberapa tulisan yang sempat saya baca, katanya, semakin dewasa usia seseorang, maka lingkaran pertemanan akan semakin sempit. Dan tentu saja, saya sempat mengalami fase ini, terutama setelah lulus kuliah dan masuk ke dunia kerja. Saya dan teman – teman mulai sibuk dengan pekerjaan masing – masing. Berangkat pagi, pulang sore hari. Bahkan, jika ada pekerjaan yang belum selesai sesuai deadline, kami harus rela pulang malam untuk lemburan. Sekedar ingin bertemu untuk haha – hihi saja, semakin susah karena fisik dan pikiran kami yang sudah lelah.

Tapi, syukur alkhamdulillah, fase “kehilangan teman” yang saya alami ini bisa sedikit berubah setelah saya mencoba aktif di dunia blog. Melalui blogwalking, saya bisa mengenal orang – orang baru lewat tulisan yang mereka publikasikan. Ada blogger yang humoris, ada juga yang puitis. Ada emak blogger yang hobi jalan-jalan, banyak juga bapak-bapak blogger yang selalu update dengan gadget kekinian. Komplit.

Bangga Menjadi Narablog pada Era DigitalMenghadiri event bersama teman - teman dari Komunitas Blogger Solo

Nah, sementara jika saya ingin bertemu dan bercakap – cakap langsung dengan mereka, datang ke sebuah event blogger atau meet up secara personal pun juga bisa. Saya pun tak terlalu khawatir lagi dengan mitos “semakin dewasa usia seseorang, maka lingkaran pertemanan akan semakin sempit,” karena blog bisa menambah jangkauan pertemanan saya dengan orang baru dari berbagai kota, dengan latar belakang profesi, pendidikan, dan budaya yang berbeda. Terima kasih blog *kemudian sujud nyembah laptop –lah*

Lewat blog, saya bisa mendapatkan voucher belanja, uang, bahkan gadget impian.
Selain menambah link pertemanan, blog juga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan tambahan yang cukup menguntungkan. Barang – barang yang saya sebutkan di atas, alhamdulillah bisa saya dapatkan hanya dengan duduk manis sembari menulis di depan laptop. Itu pun nilainya masih belum seberapa, karena jika melihat keberhasilan dari blogger lain di luaran sana, hadiah atau pun imbalan yang mereka dapatkan dari lomba blog serta kerjasama dengan pihak kedua dan pihak ketiga, bisa lebih dari yang saya tuliskan. Tergantung kebijakan dari brand penyelenggara lomba, serta jenis kerjasama seperti apa yang dilakukan oleh masing – masing blogger.

Lihat, kan? Curhat di blog pun bisa menghasilkan…

Intinya, jangan pernah meremehkan hobi yang kita miliki. Selama itu positif, asah terus dan kembangkan skill yang kita punya. Siapa tahu bisa menghasilkan “materi” seperti blog receh ini. Berawal dari sebuah tulisan curhatan saja, wisnutri(dot)com bisa mendatangkan rezeki tambahan yang menguntungkan buat saya. He…

Lewat blog, saya bisa mendobrak zona nyaman dan belajar banyak hal.
Tidur, makan, pura – pura bahagia, panjat sosial di instagram, and then repeat. Siklus inilah yang saya alami setiap hari. 24 jam sehari dan 168 jam dalam satu minggu. Bisa di bilang, inilah zona nyaman saya. Melakukan hal – hal monoton yang sudah terpola sejak lama, tanpa berani mencoba hal baru yang lebih menantang dan seru.

Bosan?

Tentu!

Bangga Menjadi Narablog pada Era DigitalBreak the Limit!

Berawal dari rasa bosan inilah, akhirnya saya memunculkan sebuah tekad sederhana untuk berani melakukan satu aktivitas baru bernama ngeblog. Bukan hal yang mudah sebenarnya, mengingat, menulis bukanlah keahlian khusus yang saya kuasai saat itu. Tapi karena niat saya untuk serius ngeblog sudah berada di titik klimaks tertinggi, mau tidak mau, belajar menulis dan mengotak-atik segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan blog, menjadi sebuah kewajiban yang harus saya kerjakan.

***

Nah, itulah beberapa momen istimewa yang saya rasakan selama ±2,5 tahun aktif di dunia blog. Momen yang membuat saya semangat untuk terus belajar dan selalu berhasil mempertemukan saya dengan banyak hal baru, agar mampu bertahan di ZONA TIDAK NYAMAN yang telah saya pilih.

Senang? Ya, tentu saja.

Jadi, ketika suatu saat –mungkin, ada seseorang yang bertanya kepada saya dengan sebuah kalimat yang kurang lebih sama seperti judul dari tulisan ini, dengan tegas, tentu saya akan menjawabnya dengan kalimat :

“YA, SAYA BANGGA MENJADI SEORANG BLOGGER!”

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

Resolusi Sederhana untuk 2019

Konsisten update 4 tulisan setiap bulan.
Sebenarnya ini resolusi yang sudah saya buat saat pertama kali mengubah domain blog menjadi top level domain (TLD) di tahun 2017 lalu. Tapi nyatanya, semangat 4 tulisan setiap bulan hanya muncul di beberapa bulan saja setiap tahunnya. Nah, di tahun 2019, saya ingin merealisasikan target sederhana ini. Berbagi tulisan receh, cerita perjalanan, tulisan untuk lomba, tulisan paid post (kalau ada –hehe), dan yang pasti, 4 tulisan setiap bulan ini semoga tetap bisa memberikan manfaat kepada pembaca. Se-mo-ga…

Rajin blogwalking dan menambah daftar blogwalking baru.
Saya akui, beberapa bulan terakhir, hasrat saya untuk berkunjung ke blog dari blogger lain sangat menurun. Apa efeknya? Saya jadi minim referensi. Harapannya, setelah semangat blogwalking saya kembali on fire lagi, saya bisa mampir ke “rumah” teman-teman blogger untuk membaca tulisan dan meninggalkan komentar disana. Satu lagi, semoga banyak nama-nama baru di daftar blogwalking saya tahun ini. Aamiin…

Mengajak orang lain untuk menulis dan membuat blog.
Cita-cita sederhana saya ini muncul karena ada beberapa teman yang sempat menanyakan perihal blog kepada saya. Sebagai teman yang baik, tentu saya jawab sesuai ilmu dan kapasitas yang saya miliki. Sayangnya, setelah saya berusaha mengajak teman untuk segera mulai menulis dan membuat blog, mereka malah menghilang tanpa kabar.

Jujur, sebenarnya saya senang ketika mendapat pertanyaan dan bisa sharing tentang dunia blogging ke orang lain. Tapi perasaan senang ini akan terasa lebih sempurna lagi, ketika saya bisa berhasil mengajak orang lain untuk menulis dan memiliki akun blog pribadi. Ya...semoga cita-cita ini bisa segera terealisasi...

Bangga Menjadi Narablog pada Era Digital

You Might Also Like

61 comments

  1. 2,5 tahun aja udah keren gini yaa.. aku hampir 6 tahun gini-gini aja. Huhuhu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum mbak. Saya juga masih dalam proses belajar menuju keren XD

      Hapus
  2. Mantap mas,
    aku baru 1 bulan intens menulis di blog probadi, sebelumnya juga aku copas hehe
    cuma blog copas itu udh aku museumkan saja
    semangat mas,
    dn salam knl y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punya saya masih ada beberapa itu di draft tahun 2010 - 2011.
      Memang sengaja nggak tak hapus semua, biar ada kenangannya. Hehehe

      Hapus
  3. Blogger masih nggak familiar disini. Lha bapakku saja sudah bolak-balik tak kasih tahu masih nggak mudeng. Belum lagi teman2. Aku juga pengen mengajak teman2 ngeblog.
    Btw 2,5 tahun ngeblog Mas Wisnu sudah sekeren gini. Good luck ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk orang-orang sepuh, memang kata "blogger" itu masih terasa sangat asing, sih, mbak menurutku. Saya juga merasakan itu, pas njelasin blogger ke mereka ini. Memang kudu detail. Terima kasih mbak. Saya juga masih dalam tahap belajar menjadi seorang blogger :)

      Hapus
  4. Aku pengen rajin membaca, rajin blogwalking, biar bisa rajin nulis...tapi masih sering ketumpuk2 dengan pekerjaan rumah.
    Maklum lah...emak-emak😀😀

    Wisnu toss! Klo kamu ngeblog biar bisa keluar dr zona nyaman...aku awal2 ngeblog membunuh rasa bosan karena sehari-hari ketemu panci, cucian, jemuran, setrikaan...

    Dan ternyata ngeblog itu asyik! Menambah jaringan pertemanan, menambah pundi2 tabungan juga..kerjaannya dolan, tapi seringnya dapat bayaran😀😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi saya salut sama dirimu mbak. Meskipun sibuk, tapi tetep bisa setor tulisan di blog, dan RUTIN. Nggak kayak saya yang sering bolong dan mood-mood'an.

      TOS! Bener mbak. Kalau udah menemukan asyiknya main blog, memang bikin ketagihan. Apalagi bisa dapet banyak hal baru. Ya seperti relasi dan "pundi-pundi" itu XD


      KERJAANNYA DOLAN, TAPI SERINGNYA DAPAT BAYARAN --->Tak catet dulu ini

      Hapus
  5. Yup, bener banget, hobi sekecil apapun jangan diremehkan apalagi sekarang ngeblog sekarang udah jadi hobi yang berbayar😁 jadi bangga punya hobi ngeblog


    Semoga resolusi bloggingnya tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ashiap ('_'7)

      Aamiin. Terima kasih, Siska!

      Hapus
  6. 2,5 tahun udah bisa ngasilin pundi uang. Lah ane udah 4 tahun lebih belommmm huhuhuhuhu :v.

    Btw, ane tetep bangga jadi blogger!

    Semoga resolusi-resolusinya tercapai ya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung niat awal bikin blog buat apa juga sih mas? Misal selama 4 tahun itu cuma untuk media berbagi saja (tanpa ada niatan utk menghasilkan materi), IT'S OK, menurutku :)

      Aamiin. Terima kasih

      Hapus
  7. Selama gue ngeblog belom ada yg ngomong, klo blog gue bermanfaat. Hahahaha
    Menyedihkan banget.

    Blog gue cuma buat kesenangan gue untuk mengutarakan perasaan. Seandainya gue bisa main alat misik, gue milih buat main alat musik.
    Walaupun sampe saat ini blog gue belom menghasilkan uang,senggaknya dari blog gue telah mendapatkan banyak teman. heuheuheu
    Tatgetnya tahun ini, semoga saja bisa menghasilkan dari blog. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manfaat, Zi.Ada beberapa tulisan yg sempet bikin saya ngakak XD

      Wee... Aamiin. Udah pasang "iklan" kayaknya kemaren. Pas saya mampir ke blogmu, ada beda-bedanya gitu.

      Hapus
  8. Kalau dilihat dari Archive blognya mulai aktif ngeblog dari tahun 2010 ya Mas?

    weee lebih tua sampean dari pada saya. lanjut saja nulisnya...

    BalasHapus
  9. Semangat ya mba. Semangat nih semoga tahun ini semakin semangat ngeblog. Sebulan semoga bisa lebih dari 5 tulisan mas. Hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya "mba", lalu berubah jadi "mas". Apakah sedang menyemangati diri sendiri? Hahaha.

      Hapus
    2. Tiba-tiba gagal fokus.

      Targetku 4 tulisan, tapi di doain jadi 5. Alhamdulillah ya allah :)

      Hapus
  10. Ngeblog adalah cara gua ngomong nggak jelas agar bisa di dengar, begonya adalah ada orang yang mau mendengar, gua aja malas mendengar cerita gua hehe

    BalasHapus
  11. Semakin ke sini, jujur aja saya malah semakin malas buat blogwalking. Apalagi meninggalkan komentar. Saya baca dan komentar pas lagi mau aja. Pernah ada masanya blog saya dapat komentar banyak, terus mau enggak mau jadi gantian blogwalking ke setiap orang yang berkunjung. Rasanya waktu itu jadi beban. Semacam butuh waktu khusus yang betul-betul luang untuk main ke blog orang-orang.

    Saya enggak mau kayak gitu lagi. Ini bukan berarti saya menutup diri, sih. Tapi lebih ke kayak udah tahu selera bacaan. Buat apa saya maksa baca tulisan ini-itu yang enggak cocok. Contoh, ada banyak banget personal maupun travel blogger. Apa yang bikin mereka beda? Sebagian orang pasti menjawab, gaya berceritanya. Logikanya sih, buat apa baca cerita keseharian dan perjalanan orang yang enggak kita kenal? Kita belum tentu peduli sama kisah mereka. Tapi dengan gaya menulisnya yang asyik itu, ada sesuatu hal yang bisa kita dapat. Entah manfaat itu berupa tawa, informasi, atau bikin kita lupa sejenak sama masalah. Terus kita jadi betah membacanya. Kita jadi dekat. Kita pun ingin mengenal penulisnya. Dan seterusnya.

    Anjir, ngetik apa saya barusan. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, ngetik apa? Haahaha

      Nah, pengenku juga nambah bacaan & ninggalin komentar di blog yang sesuai sama "selera" saya aja, Yog. Jadi bisa buat bahan referensi nulis curhatan dan cerita perjalanan yang bagus dan enak di baca sama orang lain itu seperti apa.

      Ya karena saya juga masih pengen ngembangin skill tulis-menulis ini, jadi masih butuh nyari / nambah list blogwalking lagi. Seperti itu?

      Anjir, ngetik apa saya barusan. Hehehe

      Hapus
  12. Jadi bloger itu bangganya kok masih bisa konsisten nulis ya ahahhahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waini juga nggak kalah "membuat bahagia" mas. Hehehe

      Hapus
  13. rata2 blogger menemukan healing pada saat menulis, s3buah pelarian yang menenangkan. sama dengan dirimu nu, saya juga merasa bahagia kalau udah nulis, whehehe...

    kalau orang awam nuntut macam2 soal ngeblog misal harus dapat uanglah,,, kita harus maklumi karena mereka memang masih awam.

    padahal ngblog ga sebatas uang, relasi, kebahagiaan, ilmu tambahan dan informasi baru saat blogwalking juga merupakan sebuah keuntungan dari ngeblog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau nulis tentang hal receh, curhatan, apa cerita perjalanan gitu, saya seneng. Tapi kalau udah nyoba nulis buat ikutan lomba blog, apalagi kalau nggak nemu-nemu ide / alur ceritanya, woh, pusing XD

      Nah itu. Kalau udah BW dan baca tulisan dari blogger lain bisa nambah relasi, ilmu, dan yang pasti bisa dapet referensi tulisan.

      Hapus
  14. semangat terus ngeblognya mas, jangan lupa masukin aku di list blogwalking nya.. heuhehe..
    dan.. jangan pura-pura bahagia terus dong, nanti capek #eh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba saya cek dulu, ya, blognya. Kalau tulisannya sesuai sama "selera" blogwalking list saya lainnya, Oke...Hehehe

      Hapus
  15. Emang dulu harga Kinderjoy berapa, dan sekarang berapa? Jadi penasaran.

    Saya juga kayaknya dulu ngeblog 2010, ngisi blog dengan konten kopasan, vakum, terus muncul lagi dan aktif. Waktu main Twitter juga gitu. Bedanya, sekarang udah enggak terlalu aktif di Twitter, di blog yang iya. Wkwk.

    Soal resolusi empat tulisan per bulan, kita sama nih. Semoga konsisten! Eh, btw kamu yang mana sih di foto itu? Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puluhan ribu kayaknya sih, Man. Nggak tahu tepatnya berapa, sering liat aja itu meme di sosmed tentang produk cokelat ini. Wkwkwkwk

      Aamiin. Dan saya baru sadar, belum ada bahan postingan ke-4 untuk bulan ini. APAKAH RESOLUSI INI AKAN LANGSUNG FAIL? SEDIH YA ALLAH :(

      Yang foto bareng-bareng sama Blogger Solo? Yang pakai baju cokelat kotak-kotak.

      Hapus
  16. resolusinya simple 4 artikel sebulan , berarti dalam seminggu wajib ada satu

    BalasHapus
  17. Aku pernah keganggu banget sama temen yang bilang kalau ngeblog itu nggak perlu modal dan bisa dapet uang banyak.
    Tapi sekarang coba buat lebih tahu arti makna itu, mungkin dia melihat dari prespektif bahwa ngeblog itu pekerjaan dan pastinya menghasilkan uang. Yah wajar, karena manusia nggak bakal lepas dari mencari uang sebanyak-banyaknya. Tapi perlu diingat, ada orang-orang yang ngeblog sebagai self healing, tujuannya lebih pada menjaga keseimbangan kesehatan mental. Dan aku salah satunya.

    Awal ngeblog aku obsesi harus banyak yang baca tulisanku dan juga komentar. Tapi semakin lama hal itu nggak bisa dipaksa. Banyak faktor yang akhirnya membuatku lebih legowo menulis dan ngeblog.

    Meninggalkan jejak pun kulakukan kalau tulisan menarik dan memang aku ingin menyampaikan sesuatu hal dari sudut pandangku atau pengalamanku. Aku ingin mengapresiasi karya orang lain dengan sungguh-sungguh. Nggak hanya sekedar "nice post", jadi kalau emang nggak sreg aku g komen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya mungkin 50 : 50. Jadi setengah buat self-healing, setengahnya lagi berusaha buat nyari uang juga lewat blog. Tapi memang nggak begitu ngotot harus bisa dapet uang banyak dari blog, sih. Seimbang lah, antara self- healing dan mencari materi.

      Sama. Saya juga menghindari untuk meninggalkan komentar macam itu.

      Hapus
  18. Photonya kok uapik uapik gitu Mas, saya ini entah pantas dibilang blogger apa enggak, muncul semaunya hahhhaa, tahun lalu hanya satu postingan. Tapi bener Mas, hobi yang dibayar itu menyenangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mbak.

      Wah, kudu rajin - rajin update tulisan lagi di blog. Biar bisa rutin dan masih bisa di bilang blogger itu. Hehehe

      Hapus
  19. Wuih. Gue malah baru ngeh kalo ini jadi dotcom tahun segitu. Gue pikir udah lebih lama lagi. Sekarang masih ada nggak sih nu komunitas blogger gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru jalan 2 tahunan ini. He...
      Kalau di Solo masih, Di. Anggotanya juga lumayan banyak.

      Hapus
  20. Bangga lah, jadi blogger. Apalagi kalau artikel kita berguna buat orang lain. Tapi yang saya sampai sekarang belum pernah, adalah ikutan lomba. Mungkin tahun ini ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan di coba, mbak. Ikutan lomba blog.
      Siapa tau bisa menang dan menghasilkan pundi-pundi rejeki :D

      Hapus
  21. ngga mudah memang menjalani profesi milenia seperti kita ini, selain unik juga keren bahkan sukeren pisan, berbeda dengan profesi umumnya yang orang ngga mati paham, karena sukeren pisan inilah makanya jadi blogger melebihi profesi dokter ahli kandungan, misalnya yang kerjaannya hanya ke kandungan yang satu ke kandungan yang lainnya...kalau blogger kan bisa multi fungsi....sok mau jadi apa...bisa dilakukan oleh seorang blogger...bahkan mau menyaingi FH atau FZ atau ADP yang masuk bui 1,5 thn pun sangat mampu dilakukan oleh seorang blogger....
    tapi karena keahliannya sebagai orang yang bergelut dengan dunia maya dan atau medsos, maka ngga ada blogger yang nyinyir di medsos....maklum para nyinyirin itu adalah orang-orang yang baru mengenal medoso dalam hitungan bulanan doang...jadi masih serampangan dan nggak beretika menggunakannya...beda kan dengan seorang blogger kaya kita mah....

    yeah...kalau sayah suka nyinyir sesekali mah karena ngga tahan ajah pengen ngebales kenyinyiran mereka yang suka nyinyir sih....hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, mang. Sukeren lah memang, jadi blogger.
      Tapi ngomong-ngomong, saya nggak paham itu sama tiga inisial yang disebutin di atas. Saya yang kudet, apa merekanya yang nggak terkenal *sepertinya saya yang kurang update, sih*

      Hapus
    2. kasih tau ngga yah....?!
      ngga ah, biarin aja mang adminnya neangan olangan

      Hapus
  22. Kalau saya awal suka ngeblo berawal dari pelajaran SMK pas bab desain halaman web mas.. waktu itu saya udah banyak sekali meluncurkan halaman halaman web dan mulai terbesit keinginan supaya halaman web yang saya buat bisa dilihat banyak orang... setelah nyari info dan curhat sama pak guru, rupa rupanya kalau bikin kayak gitu tuh ribet.. musti ngurus inilah itulah bla bla bla... akhirnya saya dikasih solusi untuk membuat akun di blogger atau wordpress... keduanya saya bikin... tapi lebih sreg pakai blogger sih... Hehehe..
    ..
    Awalnya dulu buat blog download game, sp sekarang blognya juga masih aktif meskipun udah tahunan ngga saya update, karena lelah bekerja saya juga ngga ada waktu buat ngegame lagi maka akhirnya lahirlah eksapedia.. Wkwkwkw...
    .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa ngedit-ngedit desain blog sendiri berati mas? Lumayan itu, bisa jadi bisnis.
      Kalau wordpress saya belum pernah nyoba pakai sih. Dari awal sampai sekarang masih setia sama blogspot.

      Hapus
  23. kalau saya sendiri bangga banget sih bisa ngeblog dan mengelola blog, saya juga sebenarnya sudah lama ngeblog dan ini juga sambil mengurus blog milik teman yang juga dikelola bersama, dari blog saya sih bisa melakukan banyak hal, bertemu teman, saudara, bahkan koneksi dari blog, mulai dari pekerjaan, partner, komunitas dan sebagainya. Dari blog juga saya bisa jalan jalan gratis dan mendapatkan berbagai hadiah yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya, blogger emang menjanjikan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren ini. Itu blog yang dikelola bareng temen, buat seneng-seneg aja apa dijadikan ladang bisnis, mas? Kalau hadiah jalan-jalan, saya belum pernah. Sempet ikutan lomba blog yang hadiahnya paket travelling juga, tapi belum pernah menang :(

      Hapus
  24. Wah, menginspirasi banget mas Wisnu tulisannya. Saya sendiri juga mutusin untuk aktif banget ngeblog sejak join di komunitas blogger di Makassar. Ngeliat anggota2nya saya jadi pengen kayak mereka, karena ternyata ada banyak blogger yang bisa ngasilin duit. Apalagi ngeblog ini emang hobi yang berawal dari media curhat, hingga alhamdulillah sekarang bisa dapat duit. Domain saya sekarang jalan 2 tahun. Masih baru sih. Kemarin udah approve dari adsense. Semoga setelah ini makin semangat saya ngeblognya. Dan yang pasti mas Wisnu juga jangan putus ngeblognya. Fighting terus ya berikan kita inspirasi masalah ngeblog. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, mbak. Kurang lebih ceritanya sama, ya? Domain saya juga baru masuk 2 tahun tanggal 14 Februari besok. Masih bayik.

      Selamat mbak. Semoga adsense-nya bisa jadi sumber rejeki tambahan lainnya. Kalau saya, sementara ini belum tertarik buat pasang adsense. SAAT INI. Nggak tau kalau beberapa bulan atau bahkan beberapa minggu kemudian bisa berubah pikiran XD

      Hapus
  25. Sama seperti dirimu, kupun bangga dong jadi blogger :D hehehehe

    Berawal dari yang baca sehari cuma sebiji dua biji, sampai sekarang yang baca yaaah, sepuluh duapuluh wggww, tetap bahagiaaaaaa~

    konsisten adalah kunci~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhahaha bangke sih ini. --->Padahal nasibnya juga sama. 10 - 20, doang XD

      Hapus
  26. Wah, imspiratif sekali Mas. Awal blogging hanya sekadar untuk self-healing ternyata membuka jalan baru yang juga menciptakan dunia baru. Awal saya buat blog (blogspot) juga tahun 2010, tapi kalau wordpress tahun 2014. Namun faktanya baru mulai menulis di blog akhir tahun 2018 kemarin, lebih tepat bulan September 2018. Kelihatan pemula sekali ya? Memang begitu adanya. wkwk
    Resolusinya cukup sederhana tetapi sepertinya tidak sesederhana bagaimana mewujudkannya. Ada dua di antara tiga resolusi 2019 yang sama dengan saya Mas, yaitu mengunggah 4 tulisan setiap bulannya dan semakin rajin jelajah blog demi azam memperluas lingkar pertemanan.
    Semangat dan semoga sukses.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih :)

      Wah, kalau wordpress belum pernah nyoba saya. Dari awal ngeblog sampai sekarang masih setia sama blogspot. Nggak papa, mbak. Semua bloger awalnya juga pemula. Saya pun. Asal rajin nulis dan posting aja, nanti jadi makin terlihat pro.

      ( ( ( TERLIHAT PRO ) ) )

      Aamiin, terima kasih atas doanya :D

      Hapus
    2. Walah, justru berkebalikan dengan saya. Saya belum pernah ngeblog pakai blogspot. Meskipun juga punya tapi sudah cukup nyaman pakai yang wordpress.
      Benar sekali Mas. Memang sebagai pemula harus rajin-rajin mengunggah tulisan di blog. Hanya saja untuk konsisten itu masih terasa berat untuk saya. Hehehe
      Terima kasih kembali

      Hapus
  27. Memulainya dengan copas? Hi hi. Lucu namun tak mengapa, setidaknya bisa berubah lebih baik lagi sampai sekarang. Dan tentunya beroleh banyak hal seperti uang dan tawaran kerja sama. saya baru bisa ngoleksi teman saja belum kedua hal tersebut. Baru memulainya lagi.
    Sebenarnya saya menyesal mengapa tidak dari tahun 2002 serius garap blog kala baru kerja dan kenal internet. Padahal waktu itu saya sering ke watrnet untuk kirim tulisan ke media selain ngetik di sana. Sering googling juga, baca tulisan di blog lain. sayangnya kala itu belum ada yang ajak saya ngeblog. Duh, semoga makin banyak teman Mas wisnu yang tergerak untuk ngeblog. Beruntunglah mereka jika diajak gitu. Coba kalau ada yang kayak mas wisnu pada saya di tahun 2002 atau 2003 dan mempromosikan bahwa di blog bisa beroleh banyak daripada kirim tulisan ke media massa cetak doang. Duh, saya nyesal banget.
    Sekarang, coba ajak teman ngeblog, he he.
    Sukses, ya, Mas. Semoga bisa menayangkan tulisan setiap bulannya. tak apa 4 tulisan. itu sudah azam yang bagus. Salam kenal.

    BalasHapus
  28. Semoga terwujud resolusinya di tahun 2019 ini, btw saya juga bangga mas wisnu jadi blogger. semangaaat!

    BalasHapus

Yakin udah di baca? Apa cuma di scroll doang?
Yaudah, yang penting jangan lupa komen yes?
Maturnuwun ^^

Member Of

Warung Blogger

Total Viewers