Ada Proyek NYIA dan Jetty di Pantai Congot - Kulonprogo

Senin, Agustus 20, 2018

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo

Namanya juga gabut, jadi pas perjalanan pulang ke Purworejo bulan Juni lalu, saya kepikiran untuk mampir ke salah satu pantai yang lokasinya tidak berada jauh dari rute jalan pulang yang biasa saya lalui saat dari Solo, Jogja, hingga Purworejo. Pantai Congot yang berada di Kabupaten Kulonprogo lah, yang akhirnya menjadi pilihan saya. Selain lokasinya yang dekat dengan jalan utama Jogja – Purworejo, Pantai Congot juga masih terbilang cukup sepi pengunjung. Pas lah, untuk sekedar menyegarkan pikiran dan mengobati rindu dengan deburan ombak pantai selatan.

***

Sama dengan perjalanan – perjalanan pulang sebelumnya, dimana saya akan berangkat dari kost’an pagi hari setelah subuh, setibanya di daerah Jogjakarta, otomatis, waktu masih bisa dikatakan lumayan “pagi”. Nah, untuk meminimalisir kegabutan saya di pagi hari itu, finally - which is - at least, saya meniatkan diri ( ( ( MENIATKAN DIRI ) ) ) untuk mampir ke tempat piknik yang ada di daerah Jogja.

Pengen mampir ke Malioboro pagi – pagi, eh udah pernah…
Mau mampir ke Pantai Sarangan, lah, duit di dompet tinggal ceban…
Ke Pasar Kembang? Hmmm…itu mah, khususon buat list wisata malam aja, yakan?

Yowes, ke Pantai Congot, waeh…

Setelah keluar dari jalan utama Jogja – Purworejo, motor saya arahkan ke jalan masuk menuju Pantai Congot. Jalan beraspal yang melewati perkampungan warga ini, perlahan memaksa saya untuk mengurangi laju kendaraan yang saya bawa. Bukan apa – apa. Kondisi jalan yang dahulu halus–mulus, kini berubah menjadi jalanan berlubang yang cukup mengganggu para pengguna, khususnya warga sekitar dan para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Congot.

Penyebab dari rusaknya jalanan diatas pun akhirnya terjawab setelah saya melihat sebuah mmt yang berukuran lumayan besar bertuliskan “Mohon Doa Restu atas Pembangunan New Yogyakarta International Airport”, yang terletak disisi kiri jalan.

Oh, pantes…

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo
Tak ada pagar pembatas antara lahan proyek NYIA dan jalanan menuju Pantai Congot.

Proses pembangunan mega proyek yang menelan biaya hingga Rp 10,9 triliun ini (finance.detik.com), ternyata memberikan dampak yang cukup membahayakan bagi warga disekitar proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA). Selain rusaknya jalan karena sering dilewati kendaraan besar dari proyek pembangunan bandara, tidak adanya pagar pembatas antara lahan pembangunan NYIA dengan wilayah pemukiman warga disekitar jalan menuju Pantai Congot, menyebabkan debu – debu proyek mengotori jalanan. Alhasil, debu akan berterbangan ketika dilewati kendaraan maupun saat terkena hembusan angin.

Saya yang hanya “nunut” lewat aja nggak nyaman banget, apalagi warga yang aktivitas hariannya sering melewati jalanan ini…

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo
Luasnya lahan proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Setelah melewati bagian tiketing dan diharuskan membayar sebesar Rp 5.000, sampailah saya di bibir Pantai Congot. Dari segi “fisik”, Pantai Congot di Kulonprogo ini memang tak berbeda jauh dengan pantai – pantai yang ada di Kabupaten Purworejo. Landai, berpasir hitam, dipenuhi dengan Spinifex littoreus, serta memiliki gelombang laut yang cukup besar, seperti Pantai Jatikontal yang pernah saya ceritakan 2 tahun silam.

Satu keistimewaan yang bisa kita temui di Pantai Congot adalah adanya bangunan berukuran besar bernama jetty, sebuah bangunan tegak lurus pantai yang diletakkan pada kedua sisi muara sungai yang berfungsi untuk mengurangi pendangkalan alur oleh sedimen pantai.[*]

Jetty yang berada di muara Sungai Bogowonto ini terletak disisi barat Pantai Congot. Namun sayangnya, bangunan jetty yang ada saat ini telah rusak karena banjir yang melanda Sungai Bogowonto pada 2016 lalu. Semoga segera direnovasi, ya…

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo
 Bangunan jetty di muara Sungai Bogowonto - Pantai Congot yang rusak karena banjir.

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo
Beberapa perahu di muara Sungai Bogowonto - Pantai Congot.

Nah, berhubung stok kegabutan yang saya miliki masih cukup banyak, setelah melihat reruntuhan jetty di muara Sungai Bogowonto, saya melanjutkan eksplorasi ke sisi timur Pantai Congot. Dengan mengikuti jalan beraspal, setidaknya disepanjang sisi timur Pantai Congot, saya bisa menjumpai puluhan tambak udang yang masih tersisa—yang tidak tergusur proyek pembangunan NYIA, lorong instagramable yang terbentuk dari cemara laut, bapak – bapak yang sedang menjemur tanaman sejenis pandan laut, serta spot untuk menikmati lekukan – lekukan ombak Pantai Congot, yang masih sepi dari pengunjung maupun kios warung.

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo

Jetty di Pantai Congot Kulonprogo
Spot sepi di Pantai Congot yang lengkap dengan tanaman Spinifex littoreus

[*]sumber : https://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/26/jetty/

You Might Also Like

50 comments

  1. wah pantai congot..
    kenangan masa kecil, nek dolan pantai yo nang congot utowo glagah...
    wingi pas libur lebaran sempet mampir ke deket proyek NYIA juga
    tapi ke glagah nya, foto foto di kebon kembang matahari..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumah e njenengan deket Congot toh, mas?
      Wah, iya itu masih booming pas waktu lebaran lalu. Saya belum ke kebun bunga mataharinya. Biasane kalau masih baru gitu, masih rame. Males desek-desek'an sama pengunjung lain.

      Hapus
  2. Saya malah udah 2 tahun nggak ketemu pantai. Mau datengin pantainya kok ya jauh2 amat.

    pantai di daerah jawa kayak jogja gitu emang pada bagus2 semua, yak. jalan ke sananya aja keren, ada cemara-cemaranya yang rimbun. di kalimantan mah boro2. kelapa lagi kelapa lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weh, 2 tahun itu lama banget, Haw...

      Kalau yang cemara-cemara itu, udah jalanan disekitar bibir pantainya sih. Kalau jalan masuk mau ke pantai, viewnya yang ada MMT pembangunan bandara itu. Kosong mlompong, nggak ada pepohonan. Ada tapi nggak banyak-banyak banget, ding.

      Hapus
  3. Oh, jadi Jetty-nya Congot toh yang sering jadi obyek foto Long exposure Landscaper Jogja. Pas senja kadang dramatis sekalii... Kalau nggak jauhh dari rumah pingin juga motret pas senja huhu.

    Percaya nggak percaya, aku belum pernah menginjakkan kaki di pantai-pantai Kulon Progo satu pun huhuhu. Setelah nanti bandaranya jadi, mungkin jadi tambah ramai mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa iya mbak? Aku kurang paham sih, karena nggak masuk grup Landscaper Jogja juga. Hehehe...

      Sekali-sekali di agendakan, mbak. Ke Gunung Kidul yang lumayan jauh & medannya ngeri aja, bisa. Masak ke Kulonprogo yang jalannya datar, malah belum pernah :D

      Kalau masalah ramai, mungkin bisa jadi. Tapi aku sempet baca di internet, isu-isunya Pantai Glagah sama Congot bakal ditutup mbak, misal bandara NYIA udah beroperasi (Mungkin karena alasan jarak antara kompleks bandara sama kawasan pantainya deket banget). Jadi alternatifnya bakal dibuka tempat baru di Laguna Trisik. Katanya sih seperti itu.

      Hapus
    2. Aku juga nggak gabung wkwk, cuma sliwar-sliwer di IG fotonya tu, baguss pas senja dramatis.
      Iya mas, soalnya pasirnya kaya di Parangtritis ehehe jadi aku milih yang deket rumah (dulu)
      Weeeelah lagi tau aku kalau pantainya mau ditutup setelah bandara beroperasi :( kirain berdampak positif bagi kemajuan sektor pariwisata sana e. Pantai di antaranya.

      Hapus
  4. Miris sekali pembangunan bandara yang pelik itu, gak tega sama penduduk setempat yang kehidupannya terusik. :"(

    Aku tuh mikir Spinifex littoreus ki opo toh, rangerti yo suket xD
    Pakde sering mancing, nih, di congot tapi aku sekalipun belom pernah ke sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. He'eh. Apalagi kalau lihat berita di TV-TV itu. Kadang mbayangin juga misal "kita" sendiri yang tinggal disana, terus tiba-tiba disuruh pindah dari desanya sendiri karena tanahnya bakal berubah fungsi jadi bandara.

      Ben ketok ilmiah-ilmiah sitik, lah, Wi...makane pakai istilah binomial nomenclature. Wis ketok ke-ilmiah-ilmiah-an, kan, aku? *halah*

      Hapus
  5. Ditengah simpang siur berita rawannya lokasi bandara NYIA dengan potensi tsunami ini, ternyata lokasinya memang sangat dekat dengan pantai Congot toh, mas ?.

    Sebenarnya pantai Congot ini sama lokasi Hutan Mangrove jauh ngga jaraknya ?.
    Itu loh yang ada spot jembatan siapi-api.
    Aku pernah kesana, tapi karena hasil fotonya kurang maksimal ngga kubikin artikel wkkwwwmkk ..., kapan2 kuulangi kesana lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deket banget sama Hutan Mangrove yang ada jembatan api-apinya mas. Malah bisa sekalian mampir ke kawasan Mangrove Demang Gedi yang ada di Purworejo juga *tetep, promosi destinasi ti kabupaten sendiri* Hehehe

      Hapus
    2. Oh, ternyata deket tow jaraknya antara pantai Congot dan jembatan si api-api ...

      Jujur aku belum pernah nyobain lewat jalur Purworejo - Yogya, mas.
      Penasaran juga nyobain via Purworejo.

      Hapus
  6. Perahu2nya disewakan gak yah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang paham mas. Sepanjang saya berkunjung ke Pantai Congot, sepertinya tidak ada aktivitas sewa menyewa perahu untuk pengunjung.

      Hapus
  7. Wah, kayaknya harus ke sini sebelum semakin susah karena pembangunan NYIA. Kapan² deh, kalau pas jalan² dari Solo ke Kutoarjo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mbak. Semoga masih bisa mampir ke Congot

      Hapus
  8. Liat foto perahunya saja sudah menggoda. Mungkin nanti akan susah dikunjungi setelah rampung pembangunan NYIA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi mas. Apalagi isu-isunya mau ditutup juga setelah NYIA selesai dibangun. Tapi semoga itu hanya isu.

      Hapus
  9. Pantai Congot ini nek dari Tuksono, Sentolo, jauh ndak ya? Siapa tau besok aku dipindahkan ke Tuksono nek sore tak mampir wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelah mana kui mas? Aku taune Sentolo itu yang ada stasiun e. Nek dari Stasiun Sentolo, lumayan jauh. Congot kan udah di ujung baratnya Kulonprogo, jadi wis masuk daerah perbatasan antara DIY sama Purworejo - Jawa Tengah.

      Hapus
  10. ini pro kontra banget ya bandara baru ini
    mau gak direlokasi ADS udah parah banget kayak terminal
    tapi liat gitu ya miris juga
    oot aku tau bogwowonto malah dari nama kereta
    eh muaranya keren juga ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus aku sempet bertanya-tanya : "Misal Adi Sucipto udah nggak jadi bandara, bakal dipakai buat apa ya?" Hahaha

      Hapus
  11. Kalau enggak baca postingan ini sepertinya aku gak Tau deh kalo bakalan Ada airport bertaraf international baru di Yogyakarta, sepintas lihat area pembangunannya pasti ya berdebu banget ya, apalagi luas begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa' mbak. Ini padahal lumayan viral beritanya, apalagi pas proses relokasi warga terdampak. Rame!

      Hapus
  12. Duh,, jetty nya rusak yah??, itu tempat berlabuh bukan ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dari sumber yang tak baca sih, bukan tempat berlabuh.

      Hapus
  13. Setiap kali lihat tulisanmu yang jalan-jalan, jujur banyak yang belum saya tahu tempat-tempatnya, Wis. Selama ke Jogja, penjejahan saya berarti itu-itu aja. :')

    Asyik, sih, jadi dapet wawasan baru. Nanti kalau suatu hari piknik lagi, jadi bisa coba main ke situ. :D

    Kira-kira mereka dapat ganti rugi yang sepadan dari proyek pembangunan itu, kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga jalan-jalan disekitaran tempat tinggal doang, Yog, makannya banyak yang belum tau. Lagian pantai ini kalau dari pusat Kota Jogja, lumayan jauh, jadi nggak begitu populer bagi wisatawan-wisatawan dari luar Jogja. Hehe...

      Katanya sih lumayan. Tapi sempet ada beberapa warga yang masih menolak buat direlokasi dari situ.

      Hapus
  14. Waiki, mesti senengane Nyarkem.. wkwk

    Baru denger Pantai Congot ini.. Sebelumnya cuma tau Pantai Glagah aja di sekitar NYIA, itu pun juga belum sempet berkunjung ke sono.. Paling sesuk Minggu (26/08/2018)..

    Sekadar share..
    Mengenai pembangunan bandara, jujur saia sangat setuju dengan pembangunannya karena ganti rugi oleh pemerintah sangat sepadan (hasil interview pribadi).. Bahkan aku pengen nduwe omah sing kena dampak proyek bandara.. haha
    Mungkin jalan rusak emang dampak negatif suatu proyek.. Pembangunan tol Solo-Kertosono juga sempat merusak jalan, tapi Alhamdulillah, setelah tol jadi jalan rusak turut diperbaiki juga..
    Ndedonga wae lah ben cpt kelar.. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rung tau mas. Tapi nak nang RRI Solo, uis. xD *hahaha*

      Gede ya mas, ganti rugi per KK? Aku nggak ngerti nominal e masalah e. Tapi sempet denger-denger, katane saudara dari tetangga ada yang dapet ganti rugi, terus langsung beli motor baru & bangun rumah yang cukup "wah".

      Aamiin. Semoga ndang kelar.

      Hapus
  15. Aku malah udah lama banget nggak ke pantai congot ini. Jaman masih kuliah kayaknya terakhir. Yang kuingat beli semangka di sana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lama banget mbak. Tahun kapan itu? :D

      Hapus
  16. Welehh, jauh amat ya bandara yang baru. Tapi gak papa deh demi kemajuan Jogja. Semoga tahun depan udah jadi, jadinya bisa nyobain bandara baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jauh kalau dari pusat kotanya. Aamiin--semoga bisa segera jadi

      Hapus
  17. kalo tentang proyek pembuatan bandara di deket kulon progo gue pernah d ceritain sama temen yg asli sana. tapi dia ga cerita tentang pantai ini.
    harusnya gue kesini nih pas kemaren ke rumahnya.

    ga nyoba ke kalibiru?
    murah juga kok tempatnya. ya klo foto d spot-spot tertentu harus ngeluarin uang lagi sih emang. tapi pemandangannya bagus uy. coba aja kalo nanti sempet ke kulon progo lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah ke Kalibiru 3 tahun lalu dan lokasinya lumayan jauh dari jalan utama Jogja-Purworejo. Jadi, sementara milihnya ke Pantai Congot aja

      Hapus
  18. Belum ke congot euy, udah keduluan sama mas Wisnu..he
    Jadi penasaran pengen menginjakan kaki langsung disana :D

    Kalau main ke pantai itu malah dekat sama proyek bandara itu ya, Mas. Atau lebih deket ke mangrovenya ya. Aku berencana gowes ke mangrovenya tapi belum kesampaian mulu euy..he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua-duanya deket. Jadi misal mau ke Congot, kita bakal bener-bener nglewati jalanan disekitar proyek NYIA. Sementara kalau kawasan mangrove, tinggal jalan ke arah barat sedikit. Nanti juga nyampai. Tinggal pilih, hutan mangrove yang ada di Jogja apa Purworejo.

      Hapus
  19. sebagai pelaju dari jogja yang juga pulang ke purworejo, saya juga sering lewat congot dan kadang mampir ke tanjung adikerto. memang potensi wisatanya bagus sekali, sayang kesannya terabaikan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ke proyek Pelabuhan Tanjung Adikerto saya belum pernah, mbak. Penasaran juga pengen mampir kesana.

      Hapus
  20. Wah itu projectnya deket banget pantai ya mas...
    Seru dong ya.. sebelum take off bisa maen ke pantai dulu heheh
    BTW congot itu jauh dari kota ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, deket pantai.
      Dari Kota Jogja, iya, jauh. Karena ini lokasinya udah di pojok barat Jogja.

      Hapus
  21. Sebuah kegabutan yang lumayan bisa buat refreshing ya mas. Heheh.
    Ah kadang saya pun suka gitu kalo lagi gabut, jalan kemana aja asal waktu luangnya gak kebuang percuma 😁
    Ibarat kata sambil nyelem minum air, trus kelelep. Bhahhaa 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pelarian kalau lagi gabut ya paling mudah dan enak itu ya memang pergi jalan-jalan. Bener memang, kadang pas keluar dari rumah belum punya plan mau kemana. Tau-tau kepikiran dijalan dan finally, mampir aja gitu ke tempat yang pengen kita datengi.

      Hapus
  22. Tiga tahunan lalu pernah sengaja bgt mampir ke pantai congot ini, alasannya ya karena "gabut",wkwkwk
    Tp kl nggak salah dulu aja jalannya udah berlubang, gelombang gitu, sampao perut sengkil banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas aku kesini sebelumnya (dan belum ada pembangunan bandara NYIA), jalan masih halus, La.

      Hapus
  23. Seru ya bisa jalan2 terus mas wisnu.

    Kunbal ya: https://ginjalobat.blogspot.com/

    BalasHapus
  24. ketok'e aku biyen pernah dene deh bro, jaman semester akhir haha

    BalasHapus
  25. Pantai sekitaran Kulon Progo saya datangi pas sepedaan saja. Selebihnya jarang main ke sana.
    Sepertinya akalu bandara sudah jadi bakalan menggeliat pariwisata di sekitarannya

    BalasHapus
  26. pantai Congot? lucu namanya, kalau di tempatku pasti sudah banyak yang minta diganti nama tuh. atau ditambahi Congot Indah hahaha

    BalasHapus

Yakin udah di baca? Apa cuma di scroll doang?
Yaudah, yang penting jangan lupa komen yes?
Maturnuwun ^^

Member Of

Warung Blogger

Total Viewers