بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØْÙ…َÙ†ِ اارَّØِيم
Beli Cimory bisa dapet
sapi….
Tapi itu dulu, kalau
sekarang mah udah enggak ada kayaknya ya, promo “dapet sapi” ini. Kudu sabar
nunggu Idul Adha mungkin. Sapa tau pihak Cimory bakal bagi-bagi sapi lagi. #Ngarep…
Nah, sembari nunggu
hadiah sapi dari Cimory, mari saya ajak kalian untuk ketemu langsung dengan
sapi-sapi yang ada di Cimory on the Valley. Kebetulan, pas pergi ke Semarang
beberapa bulan lalu, saya bisa mampir ke salah satu tempat wisata keluarga yang
dikelola langsung oleh pihak manajemen Cimory ini.
Terletak disisi jalan
utama Solo – Semarang, tepatnya berada di Jalan Raya Soekarno Hatta, Km. 30,
Kecamatan Bergas – Kabupaten Semarang, membuat Cimory on the Valley sangat
mudah dijangkau oleh pengguna kendaraan bermotor, baik beroda empat maupun kendaraan
beroda dua. Papan nama berukuran super besar pun juga sudah terpasang di depan outlet
Cimory on the Valley, demi memudahkan para calon pengunjung untuk menuju kawasan
wisata dari pabrik pembuat yoghurt kemasan ini. Jadi, tak usah takut kesasar
ataupun salah jalan, ya?
Ini papan namanya
Bertemu
Sapi Cimory…
Setelah melewati pos
penjagaan parkir dan memasuki halaman depan, mata kita akan langsung dikejutkan
dengan sesosok hewan yang menjadi maskot di Cimory on the Valley. Tidak lain
tidak bukan adalah seekor sapi berwarna hitam-putih yang berada di atas atap
bangunan. Sapi dengan ukuran tubuh yang cukup besar ini tengah gagah berpose
menghadap jalan raya utama dan siap menyambut pengunjung yang hadir di Cimory
on the Valley.
Hah…?! Ada sapi di atas gedung?
Tenang, cuma patung kok. Bukan sapi beneran. Hehe…
Sapi pertama sudah,
lanjut bertemu dengan sapi berikutnya yang bisa kita temui saat berjalan menuju
area utama dari Cimory on the Valley. Berbeda dengan sosok sapi di atas gedung
yang terlihat gagah dan sangar, sapi kedua yang berada di lorong pintu masuk
Cimory on the Valley, terlihat lebih ramah dan lucu. Kalau kata anak – anak
jaman sekarang sih, menggemashkan pakai “H”. Lihat saja bentuknya. Ukuran tubuh
yang pendek ditambah dengan perut gendut “ginuk – ginuk”, membuat saya tergoda
untuk membawa pulang patung sapi ini.
Lah, dinggo opo, Nu?
Buat pajangan di depan kamar kost, kan bisa :3
Tak hanya sebagai
patung penambah estetika saja, sapi ginuk – ginuk ini juga berfungsi sebagai papan
penunjuk arah bagi pengunjung Cimory on the Valley. Silakan pilih. Mau ke
restoran dulu, bisa. Mau ke toko resminya Cimory dulu, bisa. Atau seperti saya
yang langsung meluncur ke Cimory
Dairyland, juga bisa.
Tapi inget, beli tiket
dulu…
Tiket untuk memasuki
kawasan Cimory Dairyland dihargai Rp 15.000, dan bisa kita beli di meja kasir
restoran. Selain memperoleh tiket yang terbuat dari kertas stiker, kita juga
akan mendapatkan satu buah produk yoghurt Cimory. Awalnya, saya kira bakal
dapet yoghurt yang botolan, eh ternyata dapetnya yang model kotak begini. Ya
lumayan lah, itung – itung buat penghilang haus di tengah panasnya cuaca
Semarang. Yekan?
Tak kira bakal dapet Cimory botolan...Eh ternyata...
Setelah mendapat tiket
dan satu kotak yoghurt Cimory dari mbak – mbak kasir, saya mulai melangkahkan
kaki menuju Cimory Dairyland yang lokasinya berada di bawah restoran. For your information, seperti namanya, jadi
Cimory on the Valley ini berada di kawasan lembah yang kontur tanahnya tidak
rata. Jadi ya, naik–turun, naik–turun gitu.
Untuk area restoran, factory outlet, chocomory, serta toko berada di kawasan atas. Sementara untuk lahan yang digunakan sebagai kawasan agrowisata atau Cimory Dairyland, berada di area bawah.
Untuk area restoran, factory outlet, chocomory, serta toko berada di kawasan atas. Sementara untuk lahan yang digunakan sebagai kawasan agrowisata atau Cimory Dairyland, berada di area bawah.
Nah, di tengah-tengah
antara restoran dan area Cimory Dairyland, kita akan berjumpa lagi dengan tiga ekor
patung sapi. Ada dua sapi yang berdiri di belakang tulisan Cimory, serta satu
ekor sapi jantan yang terlihat duduk sambil memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya.
Tau dari mana kalau itu sapi berkelamin jantan, Nu? Sok teuw…
Lha itu enggak ada anunya….hahaha
*SKIP*
Tampak depan
Tampak belakang
Masih pengen ketemu
sapi lagi di Cimory? Mari berjalan kearah selatan menuju playground arena. Di arena ini terdapat satu set plosotan serta dua
buah mainan sapi ber-pegas (Namanya apaan
sih? Haha, masak sapi ber-pegas. Ngarang banget) yang bisa digunakan untuk
bermain anak-anak usia balita. Niatnya sih, saya pengen nyoba naik sapi-sapian ini. Tapi kok ya, malu…
Yasudah, lanjut jalan aja untuk
bertemu langsung dengan sapi asli penghasil susu enak-lezat-bergizi di
Cimory. Sapi-sapi ini berada di kawasan Cimory Farm yang terletak di bawah
arenan playground. Ada 8 ekor sapi
yang terdapat dalam satu kandang dan berasal dari jenis yang berbeda,
diantaranya sapi Frisian Holsteiner,
Guernsey, serta Ayrshire, yang
dikenal sebagai sapi perah penghasil susu.
Salah satu nilai positif
yang saya apresiasi di kandang sapi Cimory adalah adanya beberapa papan gantung
yang berisi keterangan dari masing – masing jenis sapi yang ada, sehingga
pengunjung yang tak begitu paham dengan seluk beluk dunia persapian (seperti
saya), akan mendapatkan pengetahuan baru tentang sapi. Top deh….Thumbs Up!
Sapi terkahir yang
akan kita jumpai adalah patung sapi yang ada di tengah kolam berisi ikan buas
khas sungai Amazon, Pirarucu atau lebih dikenal dengan nama Arapaima Gigas.
Sebagai seorang penikmat senitapi sayanya
nggak nyeni-nyeni banget, saya kok kasihan ya pas lihat patung sapi yang ada
di ujung sebelah kiri. Berasa di-anak tiri-kan gitu. Yang lain pakai kalung
lonceng, eh ini enggak. Yang dua bawa nampan dan botol susu, eh ini enggak
dikasih. Parahnya lagi, saat dua sapi disebelahnya menggunakan kain batik untuk
menutupi bagian bawah tubuh mereka, lah ini sapi malah diumbar – umbar gitu
auratnya.
Sebagai seorang penikmat seni
Astaghfirullahaladzim, sabar ya sapi…



















