Naik Railbus Bathara Kresna

Kamis, Februari 16, 2017

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Railbus Bathara Kresna Solo

Alhamdulillah, ngidam buat naik Railbus Bathara Kresna di Solo akhirnya terealisasi juga \(´`)/ \(´`)/. Setelah ter-cancel sekian windu, tanggal 5 Februari kemarin for the first time in forever aku merasakan railbus unik khas Kota Solo ini. Berhubung Bathara Kresna hanya berjalan sebanyak 2X dari Solo, yaitu jam 06.00 dan jam 10.00 pagi, aku dan 2 sohabat gabut plus sellow yang disembunyikan identitasnya ini memilih kereta yang berangkat jam 06.00 pagi. Biar bisa lama-lama pas di Wonogiri gitu niatnya.
Sekitar jam 05.00 pagi kami berangkat menuju Stasiun Purwosari. Lumayan lah jaraknya kalau dari kost’an yang letaknya di sekitaran kampus UNS, ±8 km. Setelah 20 menit perjalanan yang penuh dengan kemulusan tanpa aral rintangan menghadang, landing-lah kita di tempat parkir Stasiun Purwosari. Karena parno kehabisan tiket, akhirnya buru-burulah jalan ke loket yang letaknya sekarang di sisi barat Stasiun Purwosari. Kalo dulu sebelum ada renovasi, barisan loket di sisi selatan stasiun.

“Mbak tiket nonton konser Via Vallen masih ada?”
“Ada mas, mau yang VVIP, VIP apa yang kelas festival?”
“Ehm…VVIP lah biar bisa foto bareng,. 3 ya mbak”
“Okai mas….”

Oke, percakapan diatas tidak ada korelasinya dengan blogpost kali ini XD.
***
Tiket udah dapet, tinggal masuk stasiun nunggu Bathara Kresna di jalur 1. Berhubung kita bertiga jarang naik kereta, baru tau kalau sekarang harus nyetak boarding pass dulu, baru bisa masuk ke area ruang tunggu. Norak banget ya Allah. Sayang banget sebenernya sih pakai boarding pass segala. Kita bertiga mikirnya ini kan cuma kereta lokal, terus ukuran tiketnya juga lumayan segede gajah gini ditambah nyetak boarding pass, sayang kertasnya kan? Hashtag #savekertastiket. Mungkin bisa lah dibuat alternatif dengan mengecilkan ukuran seperti tiket Kereta Pramkes, atau pakai tiket kartu macam KRL di Jakarta. Lebih efisien dan kekinian.
Railbus Bathara Kresna Solo
Tiket Railbus Bathara Kresna & Boarding Pass
Kiri : Tiket Prameks - Kanan : Tiket KRL
Jam 06.00 tepat, Railbus Bathara Kresna melaju ke arah timur Kota Solo. Kereta produksi PT. INKA Madiun ini melewati Jalan Slamet Riyadi yang saat itu masih cukup sepi dari pengunjung kar-fri-dae. Sepanjang melewati Jalan Slamet Riyadi kita bisa melihat Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota Solo) yang kini sudah terpampang jelas tampak nyata, karena pagar penutupnya sudah di renovasi dengan yang baru. Kemudian ke arah timur, ada Stadion & Taman Sriwedari. After that, ada kawasan Ngarsopuro yang satu kompleks dengan Pasar Barang Antik Triwindu, lalu ada kawasan Gladak yang terkenal dengan PGS, Beteng Trade Center (BTC), Pasar Klewer dan kawasan Keraton Kasunanan Solo sebelum akhirnya Railbus Bathara Kresna berhenti di Stasiun Solokota atau Stasiun Sangkrah.
Railbus Bathara Kresna Solo
Stasiun Solokota
Selesai naik-turun penumpang di Stasiun Solokota, railbus akan melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Sukoharjo, Stasiun Pasarnguter dan stasiun akhir Wonogiri. Saya sendiri sebenernya sempet bosen, gegara laju Railbus Bathara Kresna yang cukup lambat. 1 jam 45 menit didalam railbus hanya bengong menatap pemandangan luar yang didominasi sawah dan ngobrol sama temen yang paling cuma beberapa menit terus diem lagi gegara masih ngantuk. Mirisnya adalah ketika disuguhi comberan dari rumah-rumah warga disekitaran rel. *diluar ekspektasi sekali, kereta wisata tapi pemandangannya comberan T_T*
***
Setelah melawan rasa ngantuk, bosen dan jenuh yang berpeluh-peluh, sampailah Railbus Bathara Kresna di Stasiun Wonogiri pukul 07.45. Kita langsung turun dan tanya ke petugas stasiun jam berapa aja railbus berangkat ke Solo. Ternyata eh ternyata jam 08.00 sang Bathara Kresna langsung cus lari ke Solo lagi.

“Terus jam berapa lagi mas?”
“Terakhir nanti jam 12.15 mas”
“Lah…siang juga ya, tiketnya udah bisa di beli?”
“Belum mas, nanti jam 09.15 baru bisa transaksi di loket”

Yasudahlah, akhirnya kita bertiga memutuskan tali silaturahim yang terjalin antara 3 anak gabut plus sellow dengan mas-mas petugas stasiun dan beli sarapan dulu di kar-fri-dae –nya Wonogiri, terus baru balik lagi ke stasiun buat beli tiket pulang.
*Tanya ke mas-mas deket pasar*

“Mas, dari sini mau ke arah kar-fri-dae jauh nggak ya?”
“Nggak begitu jauh mas, ini nanti lurus terus belok kanan (tapi posisi tangan masnya ini nunjuk ke arah kiri), pertigaan kiri (tangan ngarah ke arah kanan)”

Tiga anak manusia yang buta Wonogiri inipun bingung, terus tanya lagi buat mastiin hubungan yang nggantung ini *hasyah*  belok kanan apa belok kiri dulu.

“Jadi lurus, terus kanan ya mas baru ngiri (sambil menunjukkan arah dengan tangan)”
“Eh nganu mas ini lurus, terus ngiri dulu, ketemu pertigaan nganan” *masnya garuk-garuk kepala sambil cengengesan*
“Naaaah, ngiri ya mas baru nganan? Bener nggih kalau niki?”
“Ya mas, hehehehe…”
CFD Wonogiri
Akhirnya kita menyusuri jalan dari petunjuk mas-mas yang mungkin grogi dan kurang fokus tadi. Lurus-kiri-kanan. Oke, sampailah kita di alun-alun Wonogiri yang digunakan sebagai area kar-fri-dae. Menu sarapan kita pagi itu akhirnya jatuh ke es-a-te-e. Sate. Harga 10.000an sudah dapet sate 7 tusuk plus lontong, yang mau nambah es teh satu cup-nya 2 ribu. Lumayan kenyang kok. Alhamdulillah.
***
Jam 08.45 kita balik ke Stasiun Wonogiri dan merancang 3 jam kedepan mau kemana & ngapain. Mau ke Waduk Gajah Mungkur, lumayan jauh dan takut kalau nanti ketinggalan railbus, ke Gunung Gandul nggak ada angkutan umum yang sampai sana. Hmmm, jalan-jalan macam apa ini hahaha. Sampai akhirnya ditengah kebuntuan dan kegabutan itu munculah ide buat nongkrong-nongkrong aja di salah satu toserba Wonogiri yang kita lewati ketika mau ke alun-alun. Yowes, mengko ngadem mbi tuku-tuku es nang kene wae.
Sumber : Google Street View
Setelah mengantri tiket Railbus Bathara Kresna, kita balik lagi ke jalan raya dan menuju toserba BARU. Toserba buka, kita langsung masuk dan menuju lantai 3 buat ngorder es di area pujasera. Pusat jajanan selera rakyat. Sambil nunggu orderan dateng, kita ngobrol-ngobrol lagi. Mulai dari yang habis sidang skripsi, terus mbahas kuliahan anak S2, ngomongin 2 anak SMP di kursi sebelah yang lagi syuting buat vlog *syangaaaar gaes, punya vlog mereka*, sampai akhirnya obrolan ngga jelas ini mengantarkan info baru bahwa dari kita bertiga belum ada yang mandi pas mau berangkat ke Wonogiri XD *cuek aja kita mah*


“Lha iyo. Males ogg, adem. Gur cuci muka + sikat gigi tok aku” // “Lha iya. Males e, dingin. Cuma cuci muka + sikat gigi doang aku”
“Podo! Hahaha” // “Sama! Hahaha”
***
Jam di smartphoneku menunjukkan pukul 11.45, itu artinya kami harus balik ke stasiun biar nggak ketinggalan Railbus Bathara Kresna. Pas mampir di masjid dekat Stasiun Wonogiri buat sholat dhuhur, kita ketemu sama 3 orang yang juga dari Solo. Nasibnya hampir sama sih sebenernya. 3 jam gabut lontang-lantung nggak tahu mau kemana. 1 orang mas-mas pas ditanya, 3 jam cuma tiduran di masjid sambil nunggu railbus dateng. 2 mbak-mbak ditanya, mau ke Gunung Gandul. Tapi berhubung ngga ada petunjuk yang jelas, mereka akhirnya juga “menyerah” dan balik ke stasiun dengan tangan hampa.
Railbus Bathara Kresna Solo

***
Sedikit saran nih buat Pemkab Wonogiri, terutama Dinas Pariwisata-nya. Sayang banget lho pak / buk, banyak orang yang berkunjung ke Wonogiri dengan Railbus Bathara Kresna, tapi pas sampai tujuan juga banyak yang bingung mau kemana, contohnya kami bertiga, 1 orang mas-mas yang tiduran di masjid dan 2 mbak-mbak yang gagal menemukan Gunung Gandul. Setidaknya pemkab menyediakan pilihan alternatif tempat wisata yang bisa dijangkau dari stasiun, petunjuk buat ke tempat tujuan seperti angkutan umum, jarak tempuh dan ongkos yang harus dikeluarkan pengunjung. Bisa pakai flyer atau poster gede yang ditempel disekitaran stasiun. Lumayan kan bisa nambah PAD-nya Wonogiri hehe. Railbus Bathara Kresna juga beroperasi setiap hari dengan jadwal 2X perjalanan ke arah Wonogiri. Wah, berapa ratus orang itu yang menghabiskan waktu menunggu mereka hanya dengan duduk-duduk di stasiun karena bingung mau kemana. Saran aja sih, sapa tau bermanpa’at :)
***
Berikut ada sedikit video view Jalan Slamet Riyadi dari dalem Railbus Bathara Kresna yang tak rekam pake smartphone, jadi maap-maap kalo hasil gambarnya kurang syetaaaaar membahana badai yes?


You Might Also Like

47 komentar

  1. gaya, cengkok, logat, dan style percakapannya itu lhoo. saya hapal. hihihi

    BalasHapus
  2. dulu aku juga gitu mas, naik ke gunung gandul yg ternyata diatasnya stasiu persis, tapi emg jalannya agak muter2. tp worth it sih, drpd nunggu 3 jam ga ngapa2in

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kendaraan umum yg arah ke Gunung Gandul-kah mas? kemaren kata mbak-mbaknya malah kaya diputer-puterin sama supir terus mereka balik ke stasiun dg "tangan hampa" gagal naik ke Gunung Gandul.

      Hapus
  3. Jadi tiga jam yang nggak jelas mau kemana dan ngapain? hehe nggk salah nih, sampai ada yang menghabiskan waktu dengan tidur di masjid, yang penting naik RBK kesampaian, tanpa mandi haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. alternatifnya ya ke car free day-nya wonogiri sama ke toserba baru yg deket stasiun mbak hehehe

      iya itu beneran, kita bertiga masalahnya udah 'wawancara langsung' sama beliau
      cuek aja kita mah walau belum mandi XD

      Hapus
  4. sayang ya, waktunya jadi terbuang nggak dimanfaatin, klo buat eksplore lokasi tujuan lumayan tuh klo ditunjang sarana setempat yang memadai

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes mas, mungkin harus berbenah ni pemkab wonogiri nya biar kita-kita yang mau piknik naik railbus ngga sia-sia hehe

      Hapus
  5. Yaaaa kok sohabat gabut bin sellawnya diumpetin identitasnya nu, hahhaha ngakak aku bagian intermezo nanya tiket via vallen
    Iya sik tiketnya segede gajah gitu mirip tiket ka jarak jauh
    Sangaar tenan kalian yang blom mandi merhatiin dedek dedek gemesh bikin vlog wakaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. takut terkenal katanya mbak, jadi diumpetin XD

      habis sholat subuh, kita mah langsung berangkat mbak..."kesusu" ke stasiun takut kehabisan tiket hehe

      Hapus
  6. weei kemarin pas aku ke Solo pengen cobain naik railbus khas Solo juga.
    tapi karna ada 'something' akhirnya aku batal naik ini.
    mungkin lain kali aku bisa mencicipi kendaraan ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hukumnya WAJIB!

      tapi bener-bener kudu di manage waktunya mas, biar ngga sia-sia pas di "tempat tujuan"

      Hapus
  7. mungkin masih tahap pembangunan jadi bikin bingung ya di Wonogiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa jadi sih, tp kaya e lumayan telat kalau baru tahap pembangunan mbak
      railbus sampai wonogiri itu setauku udah dari tahun 2012-an...

      Hapus
  8. duh bagus juga yah mas..pengenn ihh naik itu..hhhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. melancong ke solo gih mas, nanti naik railbus ini biar kece :)

      Hapus
    2. hhehe...iyahh pengen banget...bisa carefreeday jugaa nihh disanaa..

      Hapus
  9. Itu lama jg ya mas dan bnyk waktu itu. Coba buat exsplor tempat atau kuliner mas..hehe
    Waktu aku ke solo kmarin blm smpet naik railbus ini, lain x mudah2an bisa naik mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, 3 jam lumayan bikin jenuh ini kalo ngga kemana-mana
      aamiin...jarang-jarang ada railbus yg lewat tengah kota gini

      Hapus
  10. Duh, ceritanya asik bikin nyengir- nyengir sekaligus informatif juga. Terutama bagian ketemu abegeh ngevlog. Sekarang dimana-mana pada ngevlog dan si saya masih setia dengan ngeblog >,<

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya mah baru blogger amatiran, fokus ngeblog dulu lah mbak...ngevlog-nya kapan-kapan :)

      Hapus
  11. Railbusnya bersih ya, semoga ada kesempatan buat berkunjung kesana dan naik railbus :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, semoga bisa naik railbus bathara kresna di solo

      Hapus
  12. Via Vallen ini idaman banget deh, yak. :3
    Murah euy 10 ribu udah 7 tusuk sama lontong. Di Jakarta mah bisa 15 ribuan. :D
    Nanti kalau ke Solo lagi mau cobain ah naik railbus. :)

    Btw, Solojebres ke Solokota itu berapa lama, sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. idaman dangdut pantura mania ^^, wajib coba deh biar bisa buat bahan post-post'an di blog hehehe

      5-10 menitan lah, tapi solojebres sama stasiun solokota udah beda jalur.

      Hapus
  13. Harga tiket konsernya berapa tu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. vvip = 3.5 juta
      vip = 2.75 juta
      festival = 1.5 juta

      tertarik buat nonton bang? saya jual ini XD

      Hapus
  14. Ih itu bersih ya baguus lho. Apa dari dulu kayak gitu. Maklum nih nggak pernah naik kereta, Hehehee. DAAAN ITU KENAPA SATENYA MURAH AMAT YA SEPULUH RIBU ASTAGA. *pindah rumah ke Solo*

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari dulu udah bersih bang -____-

      *ayo hijrah ke Solo*

      Hapus
  15. waaah biayanya terjangkau banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, 4000 udah bisa merasakan naik railbus bathara kresna di Solo :)

      Hapus
  16. Naik bus ini rasanya sama gak sih nak bus trans?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hampir sama bang, bedanya kalo railbus bathara kresna jalan di rel kereta api

      Hapus
  17. Seru juga perjalananya.
    Jadi pingin nyoba naik keretanya.
    Wah kenapa temenmu di sensor?

    Via valen, hahaa
    Hmm tiketnya kek kerata jarak jauh aja, yang jarak jauh aja boros kertas sekarang.
    #tuketkertaskereta

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba lah bang, naik kereta itu enak
      iya, takut jadi "famous" jadi tak sensor itu hihihi

      Hapus
  18. Pengen nyoba juga naik keretanya, secara kami di Sumatra punya kereta satu orang satu di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya itu mah kereta dlm bahasa sumatra artinya mobil bang-__- *iya nggak sih, sok tau banget saya hehe

      Hapus
  19. yahhhh padahal tahun kemarin gw di solo nyaris tiga minggu kenapa gak naik ini yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. laaaah, nyesel dah ngga nyoba railbus bathara kresna di solo

      Hapus
  20. wadaw. malah bingung mau ke mana haha. lebih kasian sama mas-mas yang 3 jam gabut di masjid doang. Ya Allah :')

    emang harusnya di stasiun itu udah dikasih plang petunjuk destinasi wisata atau tempat2 yang wajib dikunjungi gitu ya biar pada jelas. daripada gabut gitu kan kasian juga -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini perjalanan yg tidak terplanning dg baik bro -___-

      harusnya, biar para penumpang railbus bathara kresna nya juga bisa menikmati wisata di wonogiri

      Hapus
  21. Wah.. ada to di Solo. Bersih banget kayaknya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mbak, kalau bisa piknik ke solo jangan lupa mencoba railbus khas solo ini :)

      Hapus
  22. HILANG FOKUS GEGARA ES DI DALEM JAR ADA SELASIH SAMA STROBERYNYA, TERUS JADI MAU BIKIN -_-

    OHHHH WISNU LAGI DI SOLO TOH.
    ASLI PURWOREJO.
    eh kemarin saya dari purworejo lho. travelling ke sana. kalo ke solo mah yaa cukup sering. etapi lebih sering ke jogja sih. hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm, bikin sendiri lebih murah kali yak? itu 1 jar 9000 kalo ngga salah *lupa

      yes, habis lulus kuliah kerja di solo dan masiih nyaman di solo...tapi juga pengen balik ke purworejo sih TT. jalan kemana di purworejo?

      Purworejo-Jogja-Solo kan satu garis lurus tuh, bisa lah sering-sering singgah ^^

      Hapus

Yakin udah di baca? Apa cuma di scroll doang?
Yaudah, yang penting jangan lupa komen yes?
Maturnuwun ^^

Member Of

Warung Blogger

Total Viewers