Delapan Juni Dua Ribu Sepuluh (08-06-2010)

Selasa, Agustus 02, 2011

 
Bawah Ketepeng, sebelum berangkat ke tempat Depy

Selasa Pahing, 8 Juni 2010
oleh
Gie Ella Kenzie <ngopy dari note fb>
Setidaknya, saya berpikir bahwa ini adalah hari yang indah untuk saya. Karena kebetulan hari ini bertepatan dengan hari terakhir test semester 2, yang artinya kewajiban saya di kelas 11 sudah selesai setelah mengikuti test terakhir yaitu Penjas Orkes. Kebetulan juga hari ini Depi mengundang saya dan teman – teman untuk menghadiri syukuran ulang tahunnya yang ke 17. Setelah malam sebelumnya saya sudah mengirim sms pengumuman ke teman – teman untuk mempersiapkan beberapa kejutan untuk Depi, saya berharap hari ini rencana itu berjalan mulus.
 

Singkat cerita, awalnya rencana saya berjalan mulus. Teman – teman berhasil membuat Depi marah karena teman-teman pura-pura tidak bisa hadir di acara Depi padahal sudah dibuatkan masakan oleh ibunya Depi.Lalu, karena Depi sudah marah, maka kami (saya dan teman2) memutuskan untuk berangkat ke rumah Depi. Belum sampai sepuluh menit kami berangkat dari sekolah, rintangan tiba-tiba menerpa rombongan kami. Hal itu terjadi tepat di depan Rumah Sakit Umum Saras Husada.

Motor yang dikendarai oleh pasangan Ridwan dan Indah tidak sengaja menyenggol motor belakangnya yang dikendarai Wisnu dan Umi. Karena kehilangan keseimbangan, maka Wisnu dan Umi jatuh. Untunglah Wisnu tidak apa-apa, namun malangnya Umi langsung tidak sadarkan diri. Umi langsung dibawa kerumah sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Saras Husada, bukan Rumah Sakit Kasih Ibu =). Dan kami mendapati kenyataan bahwa Umi harus diopname. Akhirnya kami menunggui Umi di rumah sakit ( ini masa2 yang sulit) sampai orang tua Umi tiba di rumah sakit.

Setelah itu, kami langsung tancap gas ke rumah Depi. Di rumah Depi acara berjalan lancar. Kami disuguh oleh makanan yang enak dan tempat yang nyaman. Sekitar jam lima kurang, kami berniat untuk pulang. Walaupun saat itu hujan turun dengan derasnya, hal itu tidak menghalangi niat kami untuk pulang. Karena saat itu sudah sore, maka saya, Ulin, dan Dian (preman) khawatir kalau kami tidak bisa dapat angkot, maka kami memutuskan untuk naik bis.

Awalnya, saya dengan membonceng Edwin, Ulin dengan membonceng Hayu, dan Dian dengan membonceng Stanley sudah berhenti di terminal Purworejo. Saya, Ulin, dan Dian berencana menunggu bis disitu, tapi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu bis di Don Bosco.

Waktu yang sudah sore menyebabkan kami ber-enam cepat2 menuju Don Bosco, namun malangnya (atau bodohnya) di jalur perempatan Demangan-Perum Boro Kulon yang jalannya banyak berlubang Saya dengan tidak sengaja terjatuh dari motor Edwin saat melewati lubang yang cukup besar dan dalam. Waktu itu saya kaget tapi anehnya saya malah teringat saat saya bermain MotoGP di PS dan waktu itu player saya jatuh dari motornya. (mirip bgt lho!) =)

Karena saya jatuhnya terseret, maka saat jatuh saya diam saja sampai saya benar2 berhenti. Setelah itu saya langsung berdiri dan menuju pinggir jalan menghampiri rekan2 saya yang memandangi saya dengan tatapan kaget dan cemas. Karena saya merasa tidak enak pada mereka yang mencemaskan saya maka saya bilang “ Aku ra popo”.

Setelah itu perjalanan kami dilanjutkan. Bodohnya (lagi) saya jatuh part II. Juga karena kondisi jalan dan cuaca yang tidak mendukung. Tapi, saya juga langsung berdiri dan menghampiri teman2 saya yang Shocked episode 2. “ Ayo bali, selak sore. I’m Ok” kata saya karena saya tidak mau teman2 khawatir. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami sampai Bosco tanpa ada kejadian jatuh part III.
Finally, saya , Ulin dan Dian berhasil naik Bis. Saya bisa sampai rumah dengan tenang.

Hari ini , Selasa Pahing 8 Juni 2010, saya mengalami kejadian yang baru pertama kali saya rasakan dalam hidup saya. “Pengalaman itu mahal” memang benar. Karena jatuh, jaket kelas yang saya banggakan jadi tidak layak pakai, seragam sobek, dan menanggung biaya pengobatan akibat luka2 yang menggila. Itulah kejadian yang Xtra ordinary di hari ini. Yang ternyata akhirnya buruk buat saya.

Special to :
Umi = Cepet sembuh ya…
Edwin = Maaf dah ngrepoti n bikin km g enak hati. Intisarinya saya yang salah. TITIK.
Stanley, Hayu, Dian, Ulin = Maaf ya saya udah ngrepoti n bikin kalian cemas ato apa. Maaf…http://www.facebook.com/note.php?note_id=395087655731

You Might Also Like

0 komentar

Yakin udah di baca? Apa cuma di scroll doang?
Yaudah, yang penting jangan lupa komen yes?
Maturnuwun ^^

Member Of

Warung Blogger

Total Viewers